Tela Tela mulai mengepakkan sayapnya lagi dibeberapa kota di Indonesia, tidak tanggung – tanggung, pada awal tahun ini Tela Tela kembali membuka beberapa gerai di beberapa kota di Indonesia. Mengusung konsep bisnis mikro franchising yang realistis Tela Tela berhasil menambah beberapa gerainya baru dibulan januari ini.
Tela-tela kini hadir di Bandung.
Kamis tgl. 25 Januari 2012 yang baru lalu, Tela-Tela mulai merambah Bandung dengan dibukannya outlet pertama di daerah Ciwaruga tidak jauh dari komplek perguruan tinggi terkenal Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) yang padat dan ramai. Aneka rasa dari produk ini terasa mak nyuuss.. (meminjam istilah bang Bondan) di lidah semua orang, baik dari kalangan anak-anak sekolah dasar sampai orang-orang tua yang berjiwa muda.. (jangan ada yang marah ya… ). Silahkan mencoba……. pasti tidak cukup satu.. :-)
Berbagai Macam Rasa Tela-tela.
Tela-tela Fried Cassava, merk dagang singkong gaul ini memiliki berbagai macam rasa berikut :
BBQ,
Balado,
Ayam,
Keju,
Kebab,
Pizza,
Jagung Pedas,
Jagung Bakar,
Jagung Manis,
Pedas Asin,
Super Pedas,
Pedas Manis dan
Campur-campur
sesuai selera pembeli… pokoknya mak nyussss…..
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Monday, April 23, 2012
Thursday, March 11, 2010
Menjajal Kembali Ke Selera Asal
Sabtu, 06 Maret 2010 | 12:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Di dalam sekitar selusin tenda, stan-stan itu memajang sajian masakan yang mempunyai ciri khas tersendiri. Ada soto kudus, sate maranggi, menu masakan sunda, gudeg, nasi begana hingga aneka masakan kepulauan Riau. Tak terkecuali hadir pula kue serabi dan kerak telor khas Betawi.
Hujan yang mengguyur deras pada Jum'at siang kemarin tak terlalu menghalangi aktivitas peserta. Bau sedap meruap-ruap ke udara kala beberapa pengunjung usai berucap memesan menu masing-masing. Sebuah panggung berukuran sedang di bagian tengah belum ada aktivitas kecuali memperdengarkan musik-musik pop, diseling suara penyiar radio.
Radio? Ya, inilah ajang Gelar Dapur Nusantara yang digelar Radio Kayu Manis (RKM) yang berlangsung Jumat (5/3) hingga Minggu (7/3) ini di Parkir Gelanggang Renang, Senayan, Jakarta Selatan. Acara bazar masakan Indonesia yang berlangsung pukul 10.00-21.00 WIB ini diikuti sekitar 40 stan, dari target 60 stan.
Saat pembukaan Jum'at siang masih sepi. Mungkin karena lokasi terbuka dan agak becek akibat hujan. Padahal, hanya berjarak 50 meter tengah digelar pameran akbar komputer dan dunia gadget yang ramai pengunjung.
Bazar ini menghadirkan berbagai masakan dan penganan dari beberapa daerah Nusantara. Selain makanan, acara ini juga dilengkapi sesi memasak bersama chef Bono, pameran batik, pemutaran film pendek hingga pentas musik tradisional seperti keroncong campursari.
Komisaris Utama RKM, Rohmad Hadiwijoyo, yang juga seorang dalang mengatakan, sudah saatnya Radio Kayu Manis yang mengemban misi sebagai radio budaya untuk ikut serta pelestarian seni budaya Nusantara.
“Bangsa kita kaya seni dan budaya yang punya nilai tinggi di mata internasional. Oleh karena itu, kesadaran atas kearifan budaya lokal dan kepedulian terhadap sesama serta jiwa nasionalisme yang tinggi perlu diperkuat agar budaya lokal tidak tergerus oleh arus globalisasi,” ujar Rohmad.
Dia juga menyinggung ribut-ribut Batik yang sempat diklaim negeri tetaangga Malaysia. “Buat dunia masakan, misalnya jangan sampai kerak telor diklaim Malaysia,” tegas Rohmad. Meskipun mungkin ada beberapa kekurangan dari kegiatan tersebut, pihaknya bertekad tahun-tahun berikutnya ajang ini digelar lagi.
Nah, pingin menjajal beberapa menu Nusantara, silakan meluncur ke Senayan.
Dwi Arjanto
Subscribe to:
Posts (Atom)