Wednesday, March 31, 2010

Wayangan Nia Ramadhani-Ardi Bakrie Habiskan Rp 300 Juta

Iin Yumiyanti - detikhot

Gambar

Jakarta Pernikahan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie juga akan dirayakan dengan wayangan semalam suntuk. Kia Anom Suroto akan menjadi dalangnya. Rp 300 juta digelontorkan untuk wayangan itu.

Wayangan akan digelar di lapangan Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (3/4/2010) depan. Wayangan itu akan dikemas dalam pesta rakyat sehingga semua orang bebas datang dan bebas menikmati semua sajian panganan.

Aneka kolopendem yang antara lain berupa kacang dan umbi-umbian dipastikan akan terus mengalir untuk menjamu para penonton yang datang.

"Nia dan Ardi belum dipastikan datang," cerita seorang sumber kepada detikcom, Kamis (1/4/2010).


Ki Anom Suroto akan membawakan lakon 'Wisanggeni' saat wayangan itu. Wisanggeni adalah kesatria yang tidak diharapkan kelahirannya. Namun kemudian ia bisa mengalahkan Pandawa dan para dewa.

"Mungkin harapannya, pernikahan Ardi dan Nia bisa melahirkan anak yang hebat seperti Wisanggeni," tutur sumber yang dekat dengan lingkaran Ical tersebut.

Menurut sumber itu, wayangan itu sebelumnya tidak masuk agenda perayaan pernikahan Nia dan Ardi. Wayangan itu merupakan ide mendadak.  Aburizal Bakrie yang bukan orang Jawa itu tertarik menggelar acara itu setelah Golkar sukses menggelar wayangan.  "Saya pikir itu hanya guyonan. Pak Ical kan bukan orang Jawa. Tapi ternyata kok serius," kata sumber itu.

Ardi dan Nia akan melangsungkan akad nikad di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pukul 14.00 WIB nanti. Pernikahan putra salah seorang terkaya se-Asia Tenggara versi Forbes itu dikabarkan menelan dana Rp 100 miliar. Namun isu itu dibantah Juru Bicara Keluarga Bakrie Lalu Mara. Namun tentu saja pernikahan tersebut menghabiskan dana yang tidak sedikit. Selain wayangan yang dananya mencapai 300 juta, biaya siraman Nia juga menghabiskan dana ratusan juta.

(iy/eny)

Mito Luncurkan Ponsel Fesyen Sliding Qwerty

Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Mito LuxBerry 301 (dok.Mito)

Jakarta - Mito Mobile meluncurkan ponsel dual on GSM+GSM Mito LuxBerry 301 yang berdesain Sliding Qwerty. Ponsel yang dibidik untuk fashionista kaum hawa ini dihadirkan untuk memenuhi permintaan pasar yang mulai bosan dengan desain Qwerty standar.

"Kami kembali menawarkan sensasi baru. Saat konsumen mulai sedikit bosan dengan desain ponsel Qwerty, Mito menawarkan produk terbarunya dengan system sliding. Bentuknya juga sangat cantik, mungil dan fashionable lebih cocok untuk para kaum hawa," tulis Mito dalam keterangannya, Kamis (1/4/2010).

Sliding Qwerty Mito 301 menawarkan sebuah nuansa ponsel yang sedikit berbeda. Dengan varian pilihan warna hitam, putih dan pink menggunakan sistem sliding dengan cara memutar sehingga menimbulkan kesan stylish tersendiri.

Di bodi ponsel terdapat lubang untuk gantungan yang cukup besar sehingga menandakan bahwa Mito 301 memang ditujukan sebagai ponsel fesyen. Ponsel dengan LCD berukuran berukuran 2,4 inci sebagai visual utamanya itu juga memiliki tombol shortcut yang dapat diatur untuk mengakses cepat.

Ponsel ini juga memiliki kamera di punggungnya yang ditemani dengan lampu flashlight untuk mengambil gambar dalam kondisi cahaya kurang. Resolusi yang ditawarkan adalah 1,3 MP. Efek pendukung kamera seperti white balance, modus malam bahkan efek kamera juga ada di ponsel ini.

Ponsel ini juga memiliki fitur shake control yang dinamakan MetCMotion. Dengan fitur ini wallpaper, musik, mematikan alarm dan suara panggilan bisa dilakukan hanya dengan menggoyangkan ponsel ke kiri atau ke kanan.

Seperti ponsel Qwerty pada umumnya, Mito LuxBerry 301 yang dibanderol Rp 799 ribu ini juga menawarkan fitur Facebook, chatting e-Buddy, Opera mini, serta Friendster.

Fitur lain dari ponsel ini adalah video ringtone, dimana file video dapat dijadikan sebagai ringtone. Fitur ini juga sangat mengasyikkan di saat bosan dengan ringtone musik.

Untuk multimedia, Mito menggunakan format MP3 untuk musik serta mpeg4/3gp untuk video. Alunan musik dan video dapat lebih dinikmati karena ponsel ini juga menyertakan docking speaker eksternal.

Selain itu, ada juga fitur sound recorder untuk merekam suara, dan FM Radio yang bisa dinikmati tanpa harus menggunakan headset. Audio ponsel ini bisa juga didengar melalui headset Bluetooth nirkabel yang telah didukung A2DP support.
( rou / rou )

Kartu Grafis Nvidia Bisa untuk Masak Telur

Trisno Heriyanto - detikinet

Masak di atas VGA (Legit)




Jakarta - Kartu grafis anyar besutan Nvidia, GTX 480, tidak hanya dapat digunakan untuk memainkan game kelas kakap. Karena panasnya yang tinggi produk ini juga bisa digunakan untuk memasak telur.

Ada-ada saja memang ulah yang dilakukan oleh para penggila hardware yang bernaung di Legit Review, saking tingginya panas yang ditimbulkan oleh GTX 480 membuat mereka melakukan percobaan dengan memasak telur di atas kartu grafis tersebut.

GeForce GTX 480 merupakan produk andalan Nvidia untuk meramaikan jajaran kartu grafis directX 11 yang selama ini dikuasai oleh AMD. Namun selain menawarkan performa yang tinggi, produk yang dibanderol di kisaran USD 350 itu memiliki panas yang cukup tinggi.

EVGA GeForce GTX480 1536 MB DDR5 PCI-Express 2.0 Graphics Card 015-P3-1480-ARSeperti dikutip detikINET dari Legit Review, Kamis (1/4/2010), ketika diopersaikan dengan 2 buah monitor sekaligus, panas pada GTX 480 mencapai 86 Celcius. Panas yang cukup tinggi memang dan mungkin bakal berdampak buruk pada jangka panjang.

Suhu yang semikian tinggi itu diduga karena putaran kipas yang terlampau rendah. Melalui aplikasi GPU-Z, secara default terlihat kipas pada GTX 480 hanya berputar sebesar 49% pada kondisi full load.

Selain dibuktikan dengan GPUZ, panas berlebih pada GTX 480 juga dibuktikan dengan memasak telur di atasnya. Hasilnya, meski tidak sepenuhnya matang namun bagian tepi telur sudah terlihat mengeras dan berubah warna. ( eno / faw )

Tuesday, March 30, 2010

Akhir Drama Pelarian Gayus Tambunan

Reza Yunanto - detikNews




Jakarta - Berakhir sudah kisah pelarian Gayus Tambunan. Pegawai pajak golongan III A yang tersandung kasus markus pajak Rp 28 M ini akhirnya menyerahkan diri di Singapura Selasa malam (30/3/2010).

Hampir sepekan ini Gayus menjadi sorotan media. Nama Gayus menjadi perbincangan setelah Komjen Susno Duadji menyebut ada makelar kasus Rp 25 miliar di tubuh Polri. Gayus yang terlibat dalam kasus itu pun menjadi sorotan.

Gayus pun diburu media. Namun jejaknya sulit terendus. Setelah diperiksa Direktur Kepatutan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur (Kitsda) Ditjen Pajak pada Senin 22 Maret, Gayus tak lagi mengantor sejak Selasa 23 Maret.

Dia memang sempat mampir ke kantornya pada Selasa sore. Namun itu hanya sebentar saja. Setelah itu, Gayus 'menghilang' dan kontak teleponnya tiba-tiba saja mati.

Ke mana Gayus? Dirjen Pajak Tjiptardjo saat itu sedikit memberikan petunjuk. Gayus terendus lari ke negara tetangga Singapura.  "Informasi yang kita dapat dia di Singapura," katanya pada Kamis 25 Maret.

Gayus memang tidak dicekal. Tetapi diduga Gayus berhasil lolos keluar Indonesia dengan menggunakan paspor palsu. Menurut Menkum HAM Patrialis Akbar menyebutkan Gayus meninggalkan Indonesia memakai nama Gayus Hamoloan Partahanan.

Ponsel Gayus yang coba dihubungi hari itu hanya terdengar nada sambung roaming internasional, baik ditelepon pada pagi maupun sore hari.

Merasa kecolongan, Polri pada Kamis 25 Maret mengeluarkan perintah cekal terhadap Gayus. Perintah cekal itu kemudian disampaikan ke Ditjen Imigrasi pada Jumat pagi 26 Maret. Perintah cekal disampaikan langsung secara lisan oleh Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi.

"Ada permintaan lisan dari Kabreskrim Polri kepada Plt Ditjen Imigrasi pada pagi ini pukul 07.00 WIB," kata Kepala Humas Imigrasi Barimbing saat itu.

Imigrasi pun bergerak cepat. Permintaan cekal segera disebarkan ke seluruh pintu keluar Indonesia. Pengecekan atas identitas Gayus pun menemui titik terang. Gayus memang pergi ke Singapura. Gayus meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta menggunakan Singapore Airlines 967 pada Rabu, 24 Maret sore.

Gayus pun diduga lari ke Singapura bersama keluarganya. Istri Gayus, Milana Anggraeni pun tak mengantor sejak 25 Maret. Pelecakan menunjukkan Milana mengajukan izin sakit tertanggal 25 Maret 2010 ke sekretariat DPRD DKI Jakarta tempatnya bekerja.

Sabtu 26 Maret, Polri meminta Gayus menyerahkan diri. Jika tidak, Polri akan memburu Gayus ke Singapura.

"Kita masih berharap Saudara Gayus sebaiknya bisa datang untuk memberikan keterangan karena ini masalahnya perlu kita klarifikasi. Kalau tidak datang yang jelas kita ada prosedur untuk mencari yang bersangkutan," kata Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi.

Senin 29 Maret, Polri pun bergerak cepat dengan melakukan kordinasi dengan kepolisian Singapura. Namun Polri belum mengirim tim untuk mencari Gayus.

Ruang gerak Gayus pun mulai dibatasi. Ditjen Imigrasi mencabut paspor Gayus dan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Dengan SPLP, Gayus tak bisa pergi meninggalkan Singapura kecuali hanya perjalanan kembali ke Indonesia.

"Paspor Gayus tak bisa digunakan ke luar negeri. Karena imigrasi Indonesia dengan Singapura, paspornya diblokir. Kita keluarkan SPLP untuk pulang," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar.

Dibatasi ruang geraknya, Gayus pun diperkirakan tak lama lagi menyerahkan diri. Dirjen Pajak Tjiptardjo saat itu dengan percaya diri mengatakan anak buahnya itu segera menyerah. "Insya Allah saudara Gayus nggak lama lagi akan kecokok," katanya saat ditemui wartawan di Kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin 29 Maret.

Selasa siang 30 Maret, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang memberikan kabar baik. Keberadaan Gayus sudah diketahui. Tim dari Polri menyiapkan penjemputan Gayus.

Bahkan, Kabareskrim dan beberapa penyidik sudah tiba di Batam untuk menyeberang ke Singapura. "Penyidik dan Kabareskrim memang ada di Batam. Itu kan sudah dekat dengan Singapura," kata Edward.

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum pun juga berkoordinasi dengan Kabareskrim untuk menjajaki kemungkinan bekerjasama untuk melakukan penjemputan Gayus di Singapura. Diputuskan Tim Satgas sore hari berangkat ke Singapura. Dua personel Satgas, Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa tiba di Singapura pukul 7.15 malam waktu setempat.

Penangkapan Gayus pun segera dimulai malam hari. Gayus diketahui menginap di Hotel Mandarin Meritus Orchard Singapura. Pengepungan pun segera dilakukan. Tim independen dari Polri yang dipimpin Kombes Pol M Iriawan dan dari Kompolnas yang jumlahnya lebih dari 10 orang telah berada hotel itu.

Pukul 20.30 waktu setempat, Satgas yang berencana makan malam di Asian Food Mall, Lucky Plaza, Orchard Road secara kebetulan bertemu dengan Gayus Tambunan yang juga sedang membeli makan malam. Satgas kemudian mengajak Gayus makan bersama sambil berdiskusi panjang.

Gayus pun dibujuk baik-baik untuk mau kembali ke Jakarta dan menghadapi proses hukum.

Gayus akhirnya luluh dan bersedia menyerahkan diri. Tim Satgas langsung menghubungi Kabareskrim melalui telepon untuk memberitahukan keberadaan dan pertemuan dengan Gayus.

Pukul 22.30, Satgas bersama Kombes Pol. M. Iriawan mengantarkan Gayus kembali ke kamarnya di Hotel Mandarin Meritus kamar 2105 untuk berunding dengan istrinya yang menyertainya di Singapura.

Kini, tim bersama staf Konjen RI dan kepolisian Singapura sedang menyiapkan kepulangan Gayus. Gayus akan diterbangkan ke Jakarta hari ini juga dengan penerbangan komersil melalui Banda Soekarno-Hatta.
(Rez/her)

Monday, March 29, 2010

Penyidik Gayus Tak Tahan Si Penyuap

Setelah kasus mafia ini muncul, Mabes Polri terus melakukan pemeriksaan maraton. 
 
Selasa, 30 Maret 2010, 13:10 WIB
Ismoko Widjaya, Eko Huda S

VIVAnews - Markas Besar Polri sudah menahan penyidik yang menangani kasus pegawai pajak Gayus Tambunan. Kesalahan penyidik itu diduga, karena dia tidak menahan si penyuap.

"Karena bekas penyuapan atau korupsi, penyuap maupun yang disuap harus ditahan. Tapi berkas penerima suap saja yang diajukan, sementara yang menyuap tidak," kata juru bicara Mabes Polri Irjen Edward Aritonang, Jakarta, Selasa 30 Maret 2010.

Menurut dia, setelah kasus mafia ini muncul, Mabes Polri terus melakukan pemeriksaan maraton. Tim Independen belum berhenti setelah membedah berkas dan mempelajari.

"Seperti yang telah kami umumkan, Pak Kapolri sebut ada keanehan. Ada empat poin besar. Pertama menyangkut manajemen penyidikan yang dilanggar," ujar dia.

Dalam kasus ini, berlaku penyidikan korupsi. "Sudah ditetapkan tersangka harus ditahan," ujar dia.

Sebelumnya, Tim Independen dari Komisi Kepolisian Nasional Ronny Lihawa menyebut ada tersangka dari Bareskrim Polri.

"Anggota penyidik akan segera ditahan, dari Bareskrim," kata Ronny Lihawa di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 30 Maret 2010.

Namun demikian, Ronny tidak menyebutkan siapa nama penyidik yang akan ditahan itu. Selain seorang penyidik, polisi juga telah

Monday, March 22, 2010

Susno: Saya Disuruh Membuktikan Keterlibatan 2 Jenderal

Markus Pajak Rp 25 M
Chazizah Gusnita - detikNews



Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menegaskan  kedua jenderal yang disebut-sebut Komjen Susno Duadji terlibat markus pajak Rp 25 miliar tidak terbukti bersalah. Susno pun ditantang membuktikan keterlibatan keduanya.

"Saya bilang kenapa kedua jenderal itu tidak diperiksa? Kata mereka (Propam), mereka (dua jenderal) tidak terbukti melakukan markus. Jalannya pemeriksaan (kasus pajak) oleh mereka (dua jenderal) sudah benar, kata Propam," ujar Susno kepada detikcom, Selasa (23/3/2010).

Susno menjawab argumen petugas Propam yang memeriksanya bahwa Propam tak bisa menyatakan keduanya bersih dan menetapkan dirinya sebagai terperiksa atau tersangka kalau semua saksi belum diperiksa.

"Saya katakan yang paling tahu kan saya. Saya Kabareskrimnya. Kenapa saya nggak diperiksa sebagai saksi? Saya malah disuruh membuktikan," cerita Susno.

Tentu saja Susno menolak tantangan itu. "Saya bukan orang yang berkewajiban membuktikan. Saya nggak punya kewenangan memanggil dan menyita," ungkapnya.

Dua jenderal yang disebut Susno terlibat dalam mafia pajak adalah Brigjen Edmon Ilyas dan Brigjen Raja Erizman, yang pernah menjadi anak buah Susno saat Susno menjabat Kabareskrim. Kedua jenderal ini siap memperkarakan Susno terkait tudingan tersebut.

(gus/nrl)

ORI Terbit Lagi Awal Agustus 2010

Wahyu Daniel - detikFinance

Pemerintah akan kembali menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) berseri ORI007 pada awal Agustus 2010. Kementerian Keuangan mulai membuka pendaftaran calon agen penjual ORI007 besok, Rabu (24/3/2010).

Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada detikFinance, Selasa (23/3/2010).

"Penerbitan ORI007 direncanakan pada awal bulan agustus. Proses seleksi berlangsung mulai tanggal 13 hingga 20 april 2010 yang terdiri dari evaluasi proposal agen penjual dan beauty contest," ujarnya.

Rahmat mengatakan hasil seleksi agen penjual ORI007 akan diketahui pada tanggal 21 April 2010.

Proses seleksi ini terbuka untuk bank umum dan perusahaan efek yang telah mendapatkan izin usaha dari otoritas yang berwenang yang sekurang-kurangnya harus memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai berikut:
  • Memiliki kantor cabang minimal pada 5 kota
  • Memiliki rencana kerja dan strategi penjualan obligasi ritel
  • Memiliki anggota tim yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman melakukan penjualan produk keuangan secara ritel
  • Memiliki dukungan teknologi sistem informasi yang terintegrasi ke kantor-kantor cabang.
(dnl/qom)