Monday, March 29, 2010

Penyidik Gayus Tak Tahan Si Penyuap

Setelah kasus mafia ini muncul, Mabes Polri terus melakukan pemeriksaan maraton. 
 
Selasa, 30 Maret 2010, 13:10 WIB
Ismoko Widjaya, Eko Huda S

VIVAnews - Markas Besar Polri sudah menahan penyidik yang menangani kasus pegawai pajak Gayus Tambunan. Kesalahan penyidik itu diduga, karena dia tidak menahan si penyuap.

"Karena bekas penyuapan atau korupsi, penyuap maupun yang disuap harus ditahan. Tapi berkas penerima suap saja yang diajukan, sementara yang menyuap tidak," kata juru bicara Mabes Polri Irjen Edward Aritonang, Jakarta, Selasa 30 Maret 2010.

Menurut dia, setelah kasus mafia ini muncul, Mabes Polri terus melakukan pemeriksaan maraton. Tim Independen belum berhenti setelah membedah berkas dan mempelajari.

"Seperti yang telah kami umumkan, Pak Kapolri sebut ada keanehan. Ada empat poin besar. Pertama menyangkut manajemen penyidikan yang dilanggar," ujar dia.

Dalam kasus ini, berlaku penyidikan korupsi. "Sudah ditetapkan tersangka harus ditahan," ujar dia.

Sebelumnya, Tim Independen dari Komisi Kepolisian Nasional Ronny Lihawa menyebut ada tersangka dari Bareskrim Polri.

"Anggota penyidik akan segera ditahan, dari Bareskrim," kata Ronny Lihawa di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 30 Maret 2010.

Namun demikian, Ronny tidak menyebutkan siapa nama penyidik yang akan ditahan itu. Selain seorang penyidik, polisi juga telah

Monday, March 22, 2010

Susno: Saya Disuruh Membuktikan Keterlibatan 2 Jenderal

Markus Pajak Rp 25 M
Chazizah Gusnita - detikNews



Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menegaskan  kedua jenderal yang disebut-sebut Komjen Susno Duadji terlibat markus pajak Rp 25 miliar tidak terbukti bersalah. Susno pun ditantang membuktikan keterlibatan keduanya.

"Saya bilang kenapa kedua jenderal itu tidak diperiksa? Kata mereka (Propam), mereka (dua jenderal) tidak terbukti melakukan markus. Jalannya pemeriksaan (kasus pajak) oleh mereka (dua jenderal) sudah benar, kata Propam," ujar Susno kepada detikcom, Selasa (23/3/2010).

Susno menjawab argumen petugas Propam yang memeriksanya bahwa Propam tak bisa menyatakan keduanya bersih dan menetapkan dirinya sebagai terperiksa atau tersangka kalau semua saksi belum diperiksa.

"Saya katakan yang paling tahu kan saya. Saya Kabareskrimnya. Kenapa saya nggak diperiksa sebagai saksi? Saya malah disuruh membuktikan," cerita Susno.

Tentu saja Susno menolak tantangan itu. "Saya bukan orang yang berkewajiban membuktikan. Saya nggak punya kewenangan memanggil dan menyita," ungkapnya.

Dua jenderal yang disebut Susno terlibat dalam mafia pajak adalah Brigjen Edmon Ilyas dan Brigjen Raja Erizman, yang pernah menjadi anak buah Susno saat Susno menjabat Kabareskrim. Kedua jenderal ini siap memperkarakan Susno terkait tudingan tersebut.

(gus/nrl)

ORI Terbit Lagi Awal Agustus 2010

Wahyu Daniel - detikFinance

Pemerintah akan kembali menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) berseri ORI007 pada awal Agustus 2010. Kementerian Keuangan mulai membuka pendaftaran calon agen penjual ORI007 besok, Rabu (24/3/2010).

Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto kepada detikFinance, Selasa (23/3/2010).

"Penerbitan ORI007 direncanakan pada awal bulan agustus. Proses seleksi berlangsung mulai tanggal 13 hingga 20 april 2010 yang terdiri dari evaluasi proposal agen penjual dan beauty contest," ujarnya.

Rahmat mengatakan hasil seleksi agen penjual ORI007 akan diketahui pada tanggal 21 April 2010.

Proses seleksi ini terbuka untuk bank umum dan perusahaan efek yang telah mendapatkan izin usaha dari otoritas yang berwenang yang sekurang-kurangnya harus memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai berikut:
  • Memiliki kantor cabang minimal pada 5 kota
  • Memiliki rencana kerja dan strategi penjualan obligasi ritel
  • Memiliki anggota tim yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman melakukan penjualan produk keuangan secara ritel
  • Memiliki dukungan teknologi sistem informasi yang terintegrasi ke kantor-kantor cabang.
(dnl/qom)

Lamborghini Gallardo LP570-4 Superleggera, Super Ringan?

Lihat Gambar
Lamborghini Gallardo LP570-4 Superleggera © lamborghini.com
 
KapanLagi.com - Ferrari yang notabene pesaing berat Lamborghini boleh saja merambah jalur baru dengan memamerkan konsep mobil hybrid mereka di Geneva auto show tapi itu tak membuat Lamborghini gentar. Pabrikan mobil asal Italia ini tetap konsen di jalurnya dengan menawarkan Lamborghini Gallardo LP570-4 Superleggera ini.

Lamborghini 
Gallardo LP570-4 Superleggera
Seperti biasa konsep Lamborghini kali ini masih menawarkan bodi yang lebih ringan dengan tenaga yang lebih besar. Dengan berbagai modifikasi, akhirnya Lamborghini Gallardo LP570-4 Superleggera ini berhasil mencapai 562 tenaga kuda melebihi angka 552 daya kuda yang dimiliki Gallardo LP560-4. Puncak tenaga tetap dicapai pada putaran mesin 8000rpm dengan torsi maksimal sebesar398 lb-ft pada putaran mesin 6500rpm.
Menurut Lamborghini, Lamborghini Gallardo LP570-4 Superleggera ini mampu menggapai kecepatan 100 km/jam dalam hitungan 3,4 detik saja sementara kecepatan 200km/jam bisa dicapai dalam waktu 10,2 detik. Transmisi akan menggunakan e-gear automated manual transmission meski sepertinya sistem transmisi 6 percepatan akan juga ditawarkan. Dengan e-gear, Lamborghini menjanjikan fuel economy bisa mencapai 20 mil untuk setiap galonnya atau kurang lebih setara dengan 13.5km/100liter.
Lamborghini 
Gallardo LP570-4 Superleggera

Nama Superleggera sendiri dimaksudkan Lamborghini untuk menegaskan kalau mobil ini bakal memiliki bobot yang super ringan. Klaim itu barangkali sedikit agak berlebihan mengingat bobot total mobil ini masih mencapai 1.500kg lebih. Bobot ini bisa dicapai Superleggera karena mobil ini menggunakan bahan yang sangat ringan termasuk serat karbon.

Dari sisi desain, Superleggera ini sebenarnya masih tak terlalu jauh dari Gallardo LP 560-4. Garis tegas generasi Gallardo masih tetap dipertahankan dan nyaris tidak ada perubahan sama sekali pada generasi baru yang berwarna hijau ini. Di bagian depan ada air intake berukuran sangat besar dengan warna hitam sementara di bagian bawah pintu ada goresan berwarna hitam bertuliskan Superleggera

Lamborghini 
Gallardo LP570-4 Superleggera
Di engine bay, Lamborghini memasang mesin berkapasitas 5,2 liter yang sanggup membawa mobil ini melaju hingga kecepatan 325km/jam. Mesin V90, DOHC 40 katup, sepuluh silinder ini hanya menghasilkan emisi karbon sebesar 319g/km. Sejauh ini memang belum ada harga yang disebutkan Lamborghini namun beberapa situs memperkirakan bahwa Superleggera ini akan berharga US$30 ribu lebih mahal dari harga dasar Gallardo.(kpl/roc)

SPESIFIKASI

Vehicle Type:Sport car
Engine:10 cylinders V90, DOHC 40 valves, direct injection
Displacement:5204cc
Power:419kW @ 8000rpm
Torque:540Nm @ 6500rpm
Transmission:Permanent 4 wheel drive with viscous traction system
Length:4386mm
Width:1900mm
Height:1165mm
Wheelbase:2560mm
Weight:1340kg
Zero to 60 mph:3.4 sec
Top speed:325 km/h
Fuel Economy:13.5 l/ 100km
Official Site:www.lamborghini.com

Harga Suzuki Splash, Rp139 juta dan Rp145 juta



IndonesianAutomotive - PT Suzuki Indomobil Sales saat melakukan first dive Splash di Pulau Dewata, Bali mengumumkan tentang harga jual Splash di Indonesia. Splash akan tersedia dalam dua pilihan yaitu tipe standar dan GL. Untuk standar dibanderol dengan harga Rp139 juta dan Rp145 juta untuk tipe GL.

Perbedaan diantara kedua tipe ada pada fitur sebagai perlengkapan standar. Pada tipe GL, fitur yang dimiliki lebih lengkap seperti audio system JVC serta sudah dilengkapi fitur pengaman mobil yaitu alarm. Kedua fitur ini tidak akan ditemui pada tipe standar.

Audio system yang digunakan pada tipe GL tergolong lengkap. Selain bisa mendengarkan radio, head unit JVC ini dapat pula memutar piringan cakram seta sudah dilengkapi dengan USB dan iPod connector.

Mesin yang digunakan memiliki kapasitas 1.2 liter dengan menyediakan satu pilihan transmisi yaitu manual 5 percepatan.

Menurut Endro Nugroho selaku Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) nantinya Splash dengan transmisi otomatis juga akan didatangkan."Hanya masalah waktu saja. Pasti nanti kita datangkan untuk memenuhi permintaan konsumen,"ujanya kepada jurnalis disela acara "Suzuki Splash SanAction".

Susno: Makelar Kasus di Mabes Sudah Jelas

 
Laporan: Ari Purwanto
http://www.rakyatmerdeka.co.id


Jakarta, RMOL. Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji kembali bikin heboh. Secara terbuka Susno mengatakan ada praktek makelar kasus di Mabes Polri dan menyebut nama-nama pelakunya.

"Sebagai Kabareskrim saya bertanggung jawab tentang markus, makanya selama saya menjadi Kabareskrim, markus tidak ada. Markusnya kan ada pas saya mau turun," kata SUsno di hadapan waryawan saat jumpa pers di Restoran Sari Minang Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (18/3).

Data yang dimilikinya soal praktek makelar di Mabes akan diungkapkannya di depan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dan Kabareskrim Komjen Ito Sumardi.

"Mengenai ada atau tidak, teman-teman wartawan sudah tahu. Indikasinya jelas, banyak kasus yang menghilang. Ada yang melibatkan orang dalam dan luar," tegasnya.

Beberapa inisial para petinggi Mabes Polri yang buka praktek makelar kasus pun dipublikasikannya. Brigjen RE, Kompol A, AKBP E, Brigjen E dan AK.[ald]

Susno Ditanya Nama Makelar Kasus

Senin, 22 Maret 2010 13:40 WIB   
Susno 
Ditanya Nama Makelar Kasus MI/Susanto

JAKARTA--MI: Tim pemeriksa dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri hari Senin menanyakan nama-nama makelar kasus kepada mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Susno Duadji.

"Kita menunggu, apa ada nama markus (makelar kasus) atau tidak. Ada nama tidak. Siapa dia. Dimana berkeliaran dan bagaimana praktiknya," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Jakarta, Senin (22/3).

Dalam pemeriksaan itu, Susno menjelaskan soal jalannya penyidikan kasus rekening mencurigakan Rp25 miliar milik staf Ditjen Pajak, GT.

Namun Susno tidak membawa dokumen pendukung dalam pemeriksaan itu. "Pak Susno kan sangat mengerti persoalan ini sehingga bisa memaparkan dengan lancar," ujarnya.

Polri, katanya, punya komitmen untuk menyelesaikan masalah itu dengan menegakkan aturan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ia mengatakan, pemeriksa juga mengklarifikasi adanya bagi-bagi uang diantara tim penyidik kasus itu.

Kendati pemeriksaan Susno banyak menggali keterangan soal proses penyidikan dan klarifikasi soal markus, Aritonang menegaskan bahwa hingga kini proses penyidikan belum ditemukan indikasi penyimpangan.

Ia mengatakan, penyidik hanya menyita Rp395 juta dari Rp25 miliar uang yang berada di rekening GT. Sisa uang tidak disita dan tidak diblokir penyidik karena tidak ada alasan yang kuat untuk menyitanya.

Kendati demikian, bukan berarti penyidik menghentikan kasus penyidikan setelah berkas kasus uang Rp395 juta diserahkan ke jaksa. "Penyelidikan sisa uang itu belum dihentikan. Menang uang Rp25 miliar pernah diblokir atas permintaan penyidik tapi dibuka lagi," katanya.

Polri menjamin jika nantinya tuduhan adanya mafia kasus itu benar ada, maka pimpinan Polri sependapat dengan Susno untuk memberantasnya.

Susno sendiri telah diam-diam meninggalkan gedung Divpropam usai pemeriksaan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu. Diduga, Susno keluar lewat pintu samping dan bukan lewat pintu depan sebagaimana ia datang.

Pengacara Susno, Henry Yosodiningrat mengatakan, pemeriksaan sudah selesai dan tidak ada rencana untuk pemeriksaan selanjutnya.

Pekan lalu, Susno menyebutkan adanya mafia kasus ini karena penyidik hanya mengusut uang Rp395 juta dari isi rekening Rp25 miliar.

Susno juga menuduh ada dua jenderal dan dua perwira menengah Polri yang menikmati dana dari pencairan rekening yang tidak disita sebagai barang bukti.

Kedua jenderal itu yakni Brigjen Pol Edmond Ilyas (kini Kapolda Lampung) dan Brigjen Pol Raja Erizman (kini Direktur II Bareskrim) telah membantah menerima aliran dana itu. (Ant/OL-01)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com