Wednesday, April 14, 2010

Ahmad Tajudin, Satpol PP yang Tewas di Koja

Kepergian pria 27 tahun itu membawa duka bagi keluarga. Namun, keluarga mengaku ikhlas.
Kamis, 15 April 2010, 06:57 WIB
Elin Yunita Kristanti, Sandy Adam Mahaputra
Bentrokan di Makam Mbah Priok (VIVAnews/Tri Saputro)
VIVAnews - Bentrok di muka makam keramat Mbah Priok menimbulkan korban jiwa. Dua orang aparat Satuan Polisi Pamong Praja dipastikan tewas, Ahmad Tajudin dan W Soepono.

Kepergian korban menimbulkan duka bagi keluarga. Kakak Ahmad Tajudin, Ahmad Rivai (32), mengetahui kabar duka itu sehabis maghrib.

Lelayu datang dari rekan korban dari sesama anggota Satpol PP Jakarta Barat. "Pertama kali dikabarkan hanya cidera, begitu dikabarkan saya langsung ke RS Koja," kata Ahmad Rivai, Kamis 15 April 2010 dini hari.

Ahmad Tajudin tewas dalam usia relatif muda, 27 tahun. Dia adalah warga Jalan HH No 43 RT 9/1, Kebon Jeruk,  Jakarta Barat.

Sebuah rumah sederhana satu lantai dengan tembok warna biru, diketahui sebagai tempat tinggalnya.

Ahmad Tajudin adalah anak kesebelas dari 13 bersaudara, dari pasangan Haji Mahmud dan Hj Halifah. Korban bekerja di Satpol PP Walikota Jakarta Barat sejak tahun 2005.

Ahmad Tajudin tewas dengan luka sabetan di punggung, luka di kepala, wajah dan lengan.

"Kami menerima ini dengan sabar dan meminta pengertian dari satpol PP untuk memperhatikan anggotanya," kata Ahmad Rivai.

Sebelumnya, kepastian tewasnya Ahmad Tajudin disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto saat berkunjung ke RS Koja, pukul 23.00 WIB, Rabu 14 April 2010. Saat itu, baru satu aparat yang dipastikan tewas.

"Sementara  yang kita terima baru satu yang meninggal, Ahmad Tadjudin. Sudah dibawa ke RSCM," kata Priyanto yang datang bersama Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Mendagri Gamawan Fauzi.

Kisah Panjang Makam Keramat Mbah Priok

Upaya membongkar makam Mbah Priok di Koja, bukan kali ini saja. Semua gagal.
Kamis, 15 April 2010, 06:28 WIB
Elin Yunita Kristanti
Rusuh di depan makam mbah Priok  

Ada yang tewas tergeletak, sementara korban-korban lain berjatuhan karena sabetan kelewang, diinjak-injak, dan jadi sasaran pukulan -- demi sebuah tanah makam.

Bagi warga masyarakat, Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad bukan tokoh biasa. Dia adalah penyebar agama Islam dan seorang tokoh yang melegenda. Namanya bahkan jadi cikal bakal nama kawasan Tanjung Priok.

Mbah Priok bukan orang asli Jakarta. Dia dilahirkan di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan pada 1722 dengan nama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A.

Al Imam Al Arif Billah belajar agama dari ayah dan kakeknya, sebelum akhirnya pergi ke Hadramaut, Yaman Selatan, untuk memperdalam ilmu agama.

Menjadi penyebar syiar Islam adalah pilihan hidupnya. Pada 1756, dalam usia 29 tahun, dia pergi ke Pulau Jawa.

Al Imam Al Arif Billah tak sendirian, dia pergi bersama Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad dan tiga orang lainnya menggunakan perahu.

Konon, dalam perjalanannya, rombongan dikejar-kejar tentara Belanda. Namun, mereka tak takluk.

Dalam perjalanan yang makan waktu dua bulan, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak. Semua perbekalan tercebur, tinggal beberapa liter beras yang tercecer dan periuk untuk menanak nasi.

Suatu saat rombongan ini kehabisan kayu bakar, bahkan dayung pun habis dibakar. Saat itu, Mbah Priok memasukan periuk berisi beras ke jubahnya. Dengan doa, beras dalam periuk berubah menjadi nasi.

Cobaan belum berakhir, beberapa hari kemudian datang ombak besar disertai hujan dan guntur. Perahu tak bisa dikendalikan dan terbalik. Tiga orang tewas, sedangkan Al Imam Al Arif Billah dan Al Arif Billah Al Habib harus susah payah mencapai perahu hingga perahu yang saat itu dalam posisi terbalik.

Dalam kondisi terjepit dan tubuh lemah, keduanya salat berjamaah dan berdoa. Kondisi dingin dan kritis ini berlangsung 10 hari, sehingga wafatlah Al Imam Al Arif Billah.

Sedangkan Al Arif Billah Al Habib alam kondisi lemah duduk diatas perahu disertai priuk dan sebuah dayung -- terdorong ombak dan diiringi lumba-lumba menuju pantai.

Kejadian itu disaksikan beberapa orang yang langsung memberi bantuan. Jenazah Al Imam Al Arif Billah dimakamkan. Dayung  yang yang sudah pendek ditancapkan sebagai nisan. Di bagian kaki ditancapkan kayu sebesar lengan anak kecil -- yang akhirnya tumbuh menjadi pohon tanjung.

Sementara periuk nasi yang bisa menanak beras secara ajaib ditaruh di sisi makam. Konon -- periuk tersebut  lama-lama bergeser dan akhirnya sampai ke laut.

Banyak orang mengaku jadi saksi, 3 atau 4 tahun sekali periuk itu timbul di laut dengan ukuran sebesar rumah.

Berdasarkan kejadian itu, daerah tersebut akhirnya dinamakan dengan Tanjung Priuk, ada juga yang menyebut Pondok Dayung -- yang artinya dayung pendek.  Nama Al Imam Al Arif Billah pun dikenal jadi 'Mbah Priok'.

Rekan perjalanan Mbah Priok, Al Arif Billah Habib Ali Al Haddad dikabarkan sempat menetap di daerah itu. Dia lalu melanjutkan perjalanannya hingga berakhir di Sumbawa.

****
Dikisahkan, rencana pembongkaran makam Mbah Priok bukan kali ini saja.

Konon, ketika Belanda berkuasa, pemerintah kolonial ingin membongkar makam ini tiba terdengar ledakan keras dan sinar dari dalam makam, sehingga urung dibongkar.

Pada era Orde Baru, pembongkaran juga direncanakan. Namun yang terjadi, buldozer untuk membongkar makam yang dikeramatkan itu meledak. Korban jiwa pun jatuh.

Rencana pembongkaran terakhir sebenarnya direncanakan sejak 2004 lalu. Namun, baru hari ini terealisasi.
Ratusan Satpol PP dibantu kepolisian mengeksekusi lahan -- yang menurut instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan -- berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter persegi.
Pemerintah DKI berdalih tidak akan membongkar makam. Kepala Bidang Informasi dan Publikasi Pemprov DKI Cucu Ahmad Kurnia mengatakan makam itu akan dijadikan monumen dan cagar budaya. Bukan digusur.
Apalagi, kata Cucu, jasad Mbah Priok sudah tidak ada di sana. Jasad itu sudah dipindahkan ke TPU Semper.
Menurut surat Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta pada 10 Februari 2009, jasad Mbah Priok dipindahkan pada 21 Agustus 1997. Sebagian lagi jasadnya dibawa ahli waris ke luar kota.

Thursday, April 1, 2010

Masih Purwarupa, Mobil Super Pagani C9 Tabrakan di Jerman

Syubhan Akib - detikOto
Gambar
dok Worldcarfans


Jakarta - Sebuah mobil super alias supercar selain memiliki body yang aduhai tentu juga dianugerahi tenaga besar yang menakutkan. Tapi terkadang tenaga besar itu bukannya bikin bangga, tapi malah membuat celaka.

Lihat saja Pagani C9. Mobil yang sebenarnya masih prototipe atau purwarupa ini hancur berantakan ketika sedang di tes di Stuttgart, Jerman belum lama ini.

Seperti dikutip Worldcarfans, Jumat (2/4/2010) mobil yang memang sangat mampu melaju kencang ini terpaksa harus menabrak pembatas jalan ketika sang test driver kehilangan kendali akan kemudi mobil yang seluruh bodinya menggunakan bahan serat karbon ini. Untungnya pengemudi mobil ini tidak mendapat cedera yang berarti.

Kekuatan besar Pagani C9 ini sendiri didapat dari dukungan mesin V12 twin-turbo berkapasitas 6.0 liter. Dari mesin yang dipasok oleh Mercedes-AMG ini tersembur tenaga yang tidak kecil yakni mencapai 700 hp dengan torsi 737 lb-ft.

Sebelumnya mobil ini terdeteksi sedang melakukan tes uji juga di Afrika Selatan. Dan rencananya akan segera di produksi hanya 60 unit pertahun.

Namun begitu, angka ini ternyata sudah sangat tinggi. Sebab Pagani Zonda yang akan berhenti produksi pada September mendatang dan digantikan oleh C9 hanya
diproduksi sebanyak 16 unit saja, sementara C9 60 unit.

Dengan adanya insiden ini, Pagani tentu harus kembali memutar otak untuk menyempurnakan C9 yang tentunya tidak akan mudah. Karena C9 dirakit dari 3.770
bagian yang sebagian besar masih dibuat oleh tangan.

Tapi meski demikian, Pagani C9 sepertinya masih akan lahir sesuai jadwal yakni akhir tahun 2010 ini. Sejenak setelah Zonda berhenti produksi perkiraan harga sekitar 900.000 euro atau sekitar Rp 11,05 miliar.


( syu / ddn )

Darah Babi di Rokok - Filter Rokok Impor, Sangat Mungkin Ada Unsur Babi

Rachmadin Ismail - detikNews



Jakarta - Industri rokok Indonesia masih mengimpor filter dari luar negeri. Dengan demikian, kemungkinan besar rokok yang dihisap oleh penduduk Indonesia ada unsur darah babi seperti temuan ilmuwan di Belanda.

"Ini temuan baru di Belanda dan Australia. Sangat mungkin masuk di Indonesia, karena filter kita impor," kata Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kartono Muhammad, kepada detikcom, Jumat (2/4/2010).

Data yang diperoleh Kartono dari sebuah situs perdagangan menyebutkan, jumlah impor filter rokok di Indonesia nilainya mencapai miliaran. Namun, tidak disebutkan negara mana saja yang dijadikan tujuan impor.

"Nggak disebut negara mana saja, tapi kan kemungkinan negara maju seperti Australia dan Amerika," jelasnya.

Kepala Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Fuad Baradja menambahkan, kemungkinan ada unsur babi di filter rokok Indonesia sangat memungkinkan. Hanya saja, masyarakat selama ini tidak ada yang tahu. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada unsur yang ditutupi oleh produsen rokok.

"Filternya itu masih diimpor. Kalau bikin filter sendiri kan kita belum bisa. Masyarakat juga nggak tahu," tambah pria yang memiliki klinik penyembuhan ketergantungan rokok ini.

Sebuah riset dari Belanda yang didukung pula oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman, menunjukkan adanya kandungan babi dalam rokok. Hemoglobin babi ternyata digunakan dalam filter rokok sebagai bahan penyaring bahan kimia berbahaya dari rokok agar tidak masuk ke paru-paru.

(mad/asy)

Markus Pajak Rp 28 Miliar - Brigjen Pol Edmon Ilyas Dinonaktifkan, Raja Erizman Belum

Nograhany Widhi K - detikNews




Jakarta - Kapolda Lampung Pol Brigjen Edmon Ilyas akhirnya dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan itu hanya sementara selama proses pemeriksaan kasus Gayus Tambunan dilakukan.

"Saudara Edmon dan beberapa yang ada di Direktorat II dengan TR hari ini semuanya dinonaktifkan dalam proses pemeriksaan," ujar Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (2/4/2010).

BHD mengatakan, jabatan Edmon sebagai Kapolda Lampung akan diisi oleh perwira tinggi Polri lain. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu tugas Edmon. Minggu depan akan dilakukan serahterima kepada pengganti Edmon. "Sementara kita ganti dulu," tukasnya.

Penggantian Edmon itu dilakukan mulai hari ini. Sedangkan Brigjen Pol Raja Erizman yang juga sudah berstatus terperiksa di Propam Mabes Polri belum dinonaktifkan.

"Belum," tegasnya.

Menurut BHD, tim penyidik Propam bersama Bareskrim Mabes Polri sedang menjalankan semua proses pemeriksaan. Semua pihak harus menghormati asas praduga tak bersalah.

"Kita hormati semua proses yang sedang berjalan. Nanti waktunya kita sampaikan secara utuh dan terbuka," ungkapnya.

Mengenai adanya oknum kejaksaan yang terlibat, BHD tak mau menjelaskan lebih rinci. "Nanti itu. Kita hormati asas praduga tak bersalah. Kita kan belum selesai," imbuhnya. (gus/asy)

Wednesday, March 31, 2010

Julia Perez Bikin Pelamar Balon Bupati Pacitan Meningkat


Oto Nugraha Adi - detikhot

Gambar
Jupe (rac/hot)

Pacitan Wacana menempatkan Julia Perez alias Jupe sebagai bakal calon Wakil Bupati Pacitan memancing minat banyak orang. Mendadak, Partai Hanura kebanjiran order bakal calon bupati.

"Ada empat orang yang melamar menjadi balon bupati berdampingan dengan Jupe. Itu hanya dalam tempo sehari," ujar Sutikno, Koordinator koalisi saat berbincang dengan detikhot, Rabu (31/3/2010) malam.

Sutikno mengungkapkan, penjaringan yang dilakukannya memang bersifat awal dan terbuka bagi siapapun yang memenuhi syarat. Sehingga tidak tertutup kemungkinan jumlah pelamar akan lebih banyak lagi.

Sejak penjaringan dibuka awal Maret lalu, lanjut Sutikno sedikitnya ada belasan pelamar yang berniat memeriahkan bursa penjaringan balon bupati atau wakil bupati Pacitan melalui koalisi 8 partai.

Selain dari kalangan artis, sebagian pelamar adalah pejabat setempat. Bahkan disebut-sebut ada anggota militer yang ikut ambil bagian.

"Ini baru tahap awal. Proses penjaringan masih butuh waktu lama," pungkas Sutikno yang juga menjabat Ketua DPC Partai Hanura Pacitan.

(yla/yla)

Wayangan Nia Ramadhani-Ardi Bakrie Habiskan Rp 300 Juta

Iin Yumiyanti - detikhot

Gambar

Jakarta Pernikahan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie juga akan dirayakan dengan wayangan semalam suntuk. Kia Anom Suroto akan menjadi dalangnya. Rp 300 juta digelontorkan untuk wayangan itu.

Wayangan akan digelar di lapangan Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (3/4/2010) depan. Wayangan itu akan dikemas dalam pesta rakyat sehingga semua orang bebas datang dan bebas menikmati semua sajian panganan.

Aneka kolopendem yang antara lain berupa kacang dan umbi-umbian dipastikan akan terus mengalir untuk menjamu para penonton yang datang.

"Nia dan Ardi belum dipastikan datang," cerita seorang sumber kepada detikcom, Kamis (1/4/2010).


Ki Anom Suroto akan membawakan lakon 'Wisanggeni' saat wayangan itu. Wisanggeni adalah kesatria yang tidak diharapkan kelahirannya. Namun kemudian ia bisa mengalahkan Pandawa dan para dewa.

"Mungkin harapannya, pernikahan Ardi dan Nia bisa melahirkan anak yang hebat seperti Wisanggeni," tutur sumber yang dekat dengan lingkaran Ical tersebut.

Menurut sumber itu, wayangan itu sebelumnya tidak masuk agenda perayaan pernikahan Nia dan Ardi. Wayangan itu merupakan ide mendadak.  Aburizal Bakrie yang bukan orang Jawa itu tertarik menggelar acara itu setelah Golkar sukses menggelar wayangan.  "Saya pikir itu hanya guyonan. Pak Ical kan bukan orang Jawa. Tapi ternyata kok serius," kata sumber itu.

Ardi dan Nia akan melangsungkan akad nikad di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pukul 14.00 WIB nanti. Pernikahan putra salah seorang terkaya se-Asia Tenggara versi Forbes itu dikabarkan menelan dana Rp 100 miliar. Namun isu itu dibantah Juru Bicara Keluarga Bakrie Lalu Mara. Namun tentu saja pernikahan tersebut menghabiskan dana yang tidak sedikit. Selain wayangan yang dananya mencapai 300 juta, biaya siraman Nia juga menghabiskan dana ratusan juta.

(iy/eny)